nurbaitillahakun5.blogspot.com/search?q=forex+insurance
Tampilkan postingan dengan label Epidemiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Epidemiologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Makalah Stroke Epidemiologi Penyakit Tidak Menular



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius karena ditandai dengan tingginya morbiditas dan mortalitasnya. Selain itu, tampak adanya kecenderungan peningkatan insidennya (Bustan, 2007)
Batasan yang dikemukakan oleh WHO Task Force in Stroke and Other Cerebrovascular Disease tahun 1989, stroke secara klinis adalah disfungsi neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dan timbul secara mendadak (dalam beberapa detik) atau cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala-gejala dan tanda-tanda yang sesuai dengan daerah fokal otak yang terganggu.
Pada umumnya disfungsi itu berupa hemiparalisis atau hemiparesis yang disertai dengan defisit sensorik dengan atau tanpa gangguan fungsi luhur.Di dalam praktik, stroke (bahasa Inggris) umum digunakan sebagai sinonim Cerebro Vascular Disease (CVD) dan Kurikulum Inti Pendidikan Dokter di Indonesia (KIPD), mengistilahkan stroke sebagai penyakit akibat gangguan peredaran darah otak (GPDO).
Mengenai klasfikasi stroke, telah banyak institusi yang mengemukakan berbagai klasifikasi stroke.Seperti yang dibuat oleh Stroke Data Bank, World Health Organization (WHO, 1989) dan National Institute of Neurological Disease and Stroke (NINDS, 1990).Pada dasarnya klasifikasi tersebut dikelompokkan atas dasar manifestasi klinik, proses patologi yang terjadi di otak dan tempat lesinya.Hal ini berkaitan dengan pendekatan diagnosis neurologis yang melakukan diagnosis klinis, diagnosis kausal, dan diagnosis topis (Bustan, 2007).
1.    Klasifikasi yang dipakai saat ini (Bustan, 2007) adalah sebagai berikut:
Berdasarkan manifestasi klinik
a.    Transient Ischemic Attack (TIA), serangan kurang dari 24 jam.
b.    Stroke in Evolution (SIE), hilang dalam 2 minggu.
c.    Reversible Ischemic Neurological Deficit (RIND).
d.    Completed Stroke
2.    Berdasarkan proses patologik (kausal)
a.    Infark
b.    Perdarahan Intra Serebral
c.    Perdarahan subarachnoidal
3.    Berdasarkan tempat lesi
a.    Sistem karotis
b.    Sistem vertebrobasiler
B.   Rumusan Masalah
1.    Untuk mengetahui pengertian stroke?
2.    Untuk mengetahui epidemiologi mengenai penyakit stroke?
3.    Untuk mengetahui Faktor Resiko stroke?
4.    Untuk mengetahui Gambaran Klinik dan Diagnosis stroke?
5.    Untuk mengetahui Mekanisme stroke?
6.    Untuk mengetahui Pencegahan stroke?
7.    Untuk mengetahui Penanggulangan stroke?


C.   Tujuan
Makalah ini di susun untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang penyakit stroke agar dapat mengenalinya dan cara menangani penyakit stroke.




BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian
Stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak.Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.Stroke adalah penyebab kematianyang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa (Jauch, 2005).

Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius karena ditandai dengan tingginya morbiditas dan mortalitasnya. Selain itu, tampak adanya kecenderungan peningkatan insidennya (Bustan, 2007)
B.   Epidemiologi
Stroke ditemukan pada semua golongan usia, namun sebagian besar akan dijumpai pada usia di atas 55 tahun. Ditemukan kesan bahwa insiden stroke meningkat secara eksponensial dengan bertambahnya usia, dimana akan terjadi peningkatan 100 kali lipat pada mereka yang berusia 80-90 tahun. Insiden usia 80-90 tahun adalah 300/10.000 dibandingkan dengan 3/10.000 pada golongan usia 30-40 tahun. Stroke banyak ditemukan pada pria dibandingkan pada wanita. Variasi gender ini bertahan tanpa pengaruh umur (Bustan, 2007). Tetapi perempuan, khususnya perempuan yang pada menopause (usia 40-55 tahun) lebih beresiko terserang stroke dibandingkan laki-laki (Utama, 2008).
Kasus stroke meningkat di Negara maju seperti Amerika, dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika.Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke (anonym, 2007).
Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5% atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat (anonym, 2008). Stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker.Bahkan menurut survey tahun 2004, stroke merupakan pembunuh nomor satu di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia (anonym, 2007).
Jumlah penderita stroke di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang tercatat sebanyak 56 orang pada Januari dan 63 orang pada Februari 2007. Jumlah ini naik lagi pada Mei hingga mencapai 76 orang (Bintariadi, 2007).
C.   Faktor Resiko
Dalam upaya pencegahannya maka diperlukan identifikasi karakteristik epidemiologinya yang dapat merupakan sebagai faktor resiko stroke.Faktor resiko ini menyebabkan orang menjadi lebih rentan atau mudah mengalami stroke.
Faktor-faktor resiko yang selama ini telah diidentifikasi dapat berupa hipertensi, diabetes mellitus, riwayat stroke sebelumnya, obesitas, dan kebiasaan merokok. Selain itu, disebutkan juga beberapa faktor yang dicurigai berkaitan dengan stroke seperti alkohol, kontrasepsi hormonal, trauma, dan herpes zoster .
Beberapa faktor resiko stroke yang dapat disebutkan, yakni:
1.    Umur: Rate meninggi sesuai dengan pertambahan umur.
2.    Ras: lebih tinggi black dari white.
3.    Seks: lelaki > wanita.
4.    Hipertensi: faktor resiko tertinggi dari stroke.
5.    Diabetes (> 120mg/100ml): kuat asosiasinya, kapiler rapuh.
6.    Penyakit jantung sebelumnya: resiko meninggi sampai 3 x.
7.    Atrial fibrilation/TIA: faktor resiko kuat.
8.    Obesitas: inconsistent findings.
9.    Rokok: tidak ditemukan efek besar, kapiler kaku.
10. Kolesterol dan trigliserida: inconsistent.
Di antara faktor resiko di atas, dapat disebutkan 4 major risk factors dari stroke:
1.    Hipertensi
2.    Transient ischemic attack
3.     Hipercholesterolemia
4.    DM
Sidharta (1985) memperingatkan bahwa Cerebrovascular Disease merupakan penyakit orang-orang golongan usia di atas 50 tahun, karena pada orang-orang golongan tersebut terdapat arterioslerosis serebri. Proses atherosklerosis disebabkan dan ditentukan oleh faktor keturunan, hipertensi dan cara hidup. Semua faktor yang menentukan timbulnya manifestasi stroke dikenal sebagai faktor resiko stroke, dikenal juga sebagai stroke profile; sehingga orang-orang yang mempunyai stroke profile dinamakan stroke prone person, yaitu orang-orang yang mempunyai kecenderungan untuk mengidap stroke (Bustan, 2007).
D.   Gambaran Klinik dan Diagnosis
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).
Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan.Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.
Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:
a.    Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
b.    Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
c.    Penglihatan ganda.
d.     Pusing
e.    Bicara tidak jelas (rero).
f.     Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
g.    Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
h.    Pergerakan yang tidak biasa.
i.      Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
j.      Ketidakseimbangan dan terjatuh.
k.     Pingsan
Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik.Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography Scanning (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
CT Scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relative murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT Scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT Scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak.Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi (anonym, 2007).
E.   Mekanisme
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik.Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena atherosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.Penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju otak.Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis.Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah.Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak.Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke (anonym, 2007).

F.    Pencegahan
Di antara sekian banyak faktor resiko stroke, hipertensi dianggap yang paling berperan.Intervensi terhadap hipertensi dibuktikan mampu mempengaruhi penurunan stroke dalam komuniti.Namun demikian, upaya pencegahan stroke tidak semata ditujukan kepada hipertensi stroke. Ada pendekatan yang menggabungkan ketiga bentuk upaya pencegahan dengan empat faktor utama yang mempengaruhi penyakit (gaya hidup, lingkungan, biologis, dan pelayanan kesehatan), (Bustan, 2007).
1.    Pencegahan Primer
a.    Gaya hidup: Reduksi stress, makan rendah garam, lemak dan kalori, exercise, no smoking, dan vitamin.
b.    Lingkungan: Kesadaran atas stres kerja.
c.    Biologi: Perhatian terhadap faktor resiko biologis (jenis kelamin, riwayat keluarga), efek aspirin.
d.    Pelayanan kesehatan: Health Education dan pemeriksaan tensi.
2.    Pencegahan Sekunder
a.    Gaya hidup: Manajemen stres, makanan rendah garam, stop smoking, penyesuaian gaya hidup.
b.    Lingkungan: Penggantian kerja jika diperlukan, family counseling.
c.    Biologi: Pengobatan yang patuh dan cegah efek samping.
d.    Pelayanan kesehatan: Pendidikan pasien dan evaluasi penyebab sekunder.
3.    Pencegahan Tersier
a.    Gaya hidup: Reduksi stres, exercise sedang, stop smoking.
b.    Lingkungan: Jaga keamanan dan keselamatan (rumah lantai pertama, pakai wheel-chair) dan familiy support.
c.    Biologi: Kepatuhan berobat, terapi fisik dan speech therapy.
d.    Pelayanan kesehatan: Emergency medical technic, asuransi.
G.   Penanggulangan
Stroke dapat diobati dengan konsep terapi stroke mutakhir. Penderita stroke akan dapat diselamatkan dari kematian dan cacat apabila dilakukan pengobatan yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan, khususnya stroke yang bukan pendarahan.
Ada beberapa tahapan terapi stroke, khususnya stroke akut.Tahapan tersebut meliputi pengenalan gejala dan tanda-tanda stroke oleh penderita, keluarga atau orang di sekitar penderita, sistem komunikasi yang baik antara masyarakat dan rumah sakit dan fasilitas pengiriman penderita ke rumah sakit.Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa pelayanan ambulans darurat merupakan komponen paling signifikan yang berhubungan dengan kecepatan penderita stroke tiba di rumah sakit.
Yang tidak kalah pentingnya adalah bagian triage dari instalasi gawat darurat, yang harus segera melakukan evaluasi penderita, termasuk pemeriksaan CT Scan kepala, penentuan diagnosis dan rencana penanganan, dan pengobatan umum termasuk tindakan bedah bila diperlukan (Fadilah, 2004).




  
BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
1.    Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak.
2.    Stroke merupakan satu masalah kesehatan paling serius dalam kehidupan modern saat ini.
3.    Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahunnya, bukan hanya menyerang mereka yang berusia tua, tetapi juga orang-orang muda pada usia produktif.
4.    Data penelitian mengenai pengobatan stroke hingga kini masih belum memuaskan walaupun telah banyak yang dicapai, hasil akhir pengobatan kalau tidak meninggal hampir selalu meninggalkan kecacatan.
5.     Pengobatan awal/dini seperti pencegahan sangat bermanfaat, akan tetapi harus disertai dengan pengenalan dan pemahaman stroke pada semua lapisan dan komjunitas dalam masyarakat.
Mencegah lebih baik daripada mengobati.Istilah ini sudah sangat lumrah di kalangan kita.Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya stroke, maka yang harus kita ubah mulai sekarang adalah pola hidup dan pola makan yang sehat dan teratur, dengan memperhatikan gizi yang seimbang. Jika kita membiasakan hidup sehat, maka kita tidak akan mudah terserang penyakit.




DAFTAR PUSTAKA
Anonym.2008. Sepuluh Langkah Cegah Stroke. (online).
(http://www.kompas.com/read/php. Diakses 26 october 2013).
Anonym. 2007. Stroke Mengancam Usia Produktif. (online).
(http://medicastore.com/stoke. Diakses 26 october 2013).
Bintariadi, B., 2007. Penderita Stroke di RSSA Malang Terus Meningkat. (online). (http://www.tempointeraktif.com. Diakses 26 october 2013).
Bustan, M. N., 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta : Rineka Cipta.
Fadilah, H., 2004. 7 Tahapan Terapi Stroke Akut. (online).
 (http://www.redaksibi@gemari.or.id. (Diakses 26 october 2013).
Utama, S., 2003.Resiko Stroke dan Penyakit Jantung Perempuan Menopause. (online). (http://www.pdpersi.co.id. Diakses 26 october 2013).

Jumat, 04 Januari 2013

Tentang Epidemiologi

EPIDEMIOLOGI
Mengenal Epidemiologi
Epidemiologi merupakan salah satu bagian dari pengetahuan ilmu kesehatan masyarakat. Perhatiannya keberadaan penyakit & masalah kesehatan lainnya dalam masyarakat. Epidemiologi akan mewujudkan dirinya sebagai suatu metode pendekatan yang banyak memberikan perlakuan kuantitatif dlm menjelaskan masalah kesehatan

Pengertian Epidemiologi
*  Secara etimologis, epidemiologi berarti ilmu mengenai kejadian yang menimpa penduduk.
* Epidemiologi berasal dari perkataan yunani dimana epi = upon,pada atau tentang, demos = people, penduduk, logia = knowlegde, ilmu
*    Epidemiologi secara sempit dianggap sebagai ilmu tentang epidemi
* Secara luas epidemiologi adalah ilmu tentang distribusi(penyebaran) dan determinan (faktor-faktor penentu) masalah kesehatan yang bertujuan untuk pencegahan, pemberantasan & penanggulangan serta pembuatan perencanaan & pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan

Jenis Pendekatan Epidemiologi
A.   Epidemiologi  observasional
1.    Penelitian epidemiologi
*      penelitian eksperimental
Ø  Eksperimental murni
Adanya kelompok kontrol (pembanding), randomisasi lengkap, biasanya pada percobaan laboratorium dan percobaan klinik

Ø  Eksperimental semu
                     tanpa randomisasi atau tanpa kelompok kontrol tersendiri 
*      penelitian non-eksperimental
Ø  pengamatan deskriptif
                     Studi kasus, survei
2.   Pengamatan analitik
Pada pengamatan ini dianggap kejadian dalam masyarakat merupakan proses eksperimental yang terjadi secara alamiah


Jenis penelitian analitik
*      Cross sectional study (pengamatan potong melintang)
*      Ecologic study
*      Penelitian kohort ( prospektif dan retrospektif)
*      Penelitian kasus kelola (case control studies)

Peranan Epidemiologi dalam Kesehatan Masyarakat
a.   Menerangkan besarnya masalah dan gangguan kesehatan serta penyebarannya dalam suatu penduduk tertentu,
b.   menyiapkan data dan informasi yang esensil untuk keperluan :
Ø  Perencanaan
Ø  Pelaksanaan program,
Ø  Evaluasi berbagai kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat
Ø  Menentukan skala perioritas kegiatan tsb

c.    Mengidentifikasi berbagai faktor penyebab maupun faktor risiko yang berhubungan dengan timbulnya masalah kesehatan

Ruang Lingkup Epidemiologi
       Epidemiologi berkembang pada hampir semua bidang antara lain :
a.   Epidemiologi penyakit menular
b.   Epidemiologi penyakit tidak menular
c.    Epidemiologi klinik
d.   Epidemiologi reproduksi dan kependudukan
e.   Epidemiologi pengelolaan pelayanan kesehatan
f.    Epidemiologi lingkungan dan kesehatan kerja
g.   Epidemiologi kesehatan jiwa
h.   Epidemiologi gizi
i.    Epidemiologi prilaku

1.   Epidemiologi penyakit menular
Epidemiologi penyakit menular telah banyak memberikan peluang pencegahan & penanggulangan penyakit menular
2.  Epidemiologi penyakit tidak menular
Pada saat ini sedang berkembang pesat dalam usaha mencari berbagai faktor yang memegang peranan dalam timbulnya berbagai masalah penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit sistemik serta berbagai penyakit menahun lainnya, termasuk masalah meningkatnya kecelakaan lalulintas & penyalahgunaan obat-obatan berbahaya
3.  Epidemiologi klinik
Bentuk ini merupakan salah satu bidang epidemiologi yang sedang dikembangkan oleh para klinis /dokter yang bertujuan membekali para klinis/dokter tentang cara pendekatan masalah dengan disiplin ilmu epidemiologi
4.  Epidemiologi kependudukan
Merupakan salah satu cabang ilmu epidemiologi yang menggunakan sistem pendekatan epidemiologi dalam menganalisis berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi & faktor-faktor yang mempengaruhi berbagai perubahan demografi yang terjadi dalam masyarakat.
5.  Epidemiologi  pengolahan pelayanan kesehatan
Bentuk ini merupakan salah satu  sistem pendekatan manajemen dalam menganalisis masalah,mencari faktor penyebab timbulnya suatu masalah serta penyusunan rencana pemecahan masalah secara menyeluruh & terpadu.
6.  Epidemiologi lingkungan & kesehatan kerja
Bentuk ini merupakan salah satu bagian epidemiologi yang mempelajari serta menganalisis keadaan kesehatan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan pada lingkungan kerja, baik yang bersifat fisik, kimiawi, biologis maupun sosial budaya serta kebiasaan hidup para pekerja. Bentuk ini sangat berguna dalam analisis tingkat kesehatan pekerjaan serta untuk menilai keadaan lingkungan kerja serta penyakit akibat kerja
7.  Epidemiologi kesehatan jiwa
Merupakan salah satu dasar pendekatan & analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat baik mengenai keadaan kelainan jiwa kelompok penduduk tertentu maupun analisis berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat
8.  Epidemiologi gizi
Bentuk ini digunakan dalam menganalisis masalah gizi masyarakat dimana masalah ini erat hubungannya dengan berbagai faktor yang menyangkut pola hidup masyarakat

Kegunaan Epidemiologi
*      Mencari dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan dan penyakit dalam masyarakat untuk usaha pencegahan dan penanggulangan.
*      Menyiapkan data dan iformasi untuk kepentingan program planning dengan menilai status kesehatan masyarakat serta memberikan gambaran tentang kelompok penduduk dengan risiko tinggi
*      Membantu melakukan penilaian terhadap berbagai hasil dari setiap bentuk program kesehatan.
*      Mencari dan mengembangkan metodologi dalam menganalisis masalah kesehatan dan penyakit serta cara mengatasinya, baik penyakit individu maupun wabah, serta pengembangan sistim pelayanan kesehatan bagi masyartakat.

Strategi Epidemiologi
What : Masalah kesehatan apa yang sedang dihadapi serta bagaimana manifestasinya dlm      masyarakat?
Who   : Siapa saja yang terkena masalah serta karakteristiknya masing-masing
Where : Dimana lokasi atau lingkungan kejadiannya?
When : Kapan serta berapa lama kejadiannya
Why : Mengapa atau apa sebabnya masalah tersebut dapat timbul
How : Bagaimana proses kejadiannya?